Artikel
Sejarah Desa Belahanrejo
Kapan Desa Belahanrejo berdiri, Siapa pendirinya, dan bagaimana proses berdirinya, secara pasti tidak ada yang tahu. Tetapi dari beberapa cerita/ dongeng para sesepu Desa maka sedikit banyak akan terkuak riwayat Desa Belahanrejo ini. Dahulu ditempat ini merupakan tempat penyiaran Agama Islam yang dilakukan oleh Para Santri, murid dari utusan salah satu Walisongo yang ada di Pulau Jawa. Karena ditempat ini dahulu dekat dengan Kerajaan Majapahit maka sebagai besar orang-orangnya banyak yang menganut Kepercayaan dari Nenek Moyangnya. Oleh karena itu sebagian besar orang-orang disini menganut kepercayaan tersebut, maka muncullah perbedaan antara orang-orang yang menganut Kepercayaan dari Nenek Moyangnya dan disatu pihak menganut Agama Islam yang diajarkan oleh para santri dari salah satu Murid Walisongo.
Dari perbedaaan seperti itu maka muncullah nama Belahanrejo yang mengandung arti atau maksud biarpun ditempat ini ada perbedaan tentang keyakinan sesama orang-orangnya (Belahan) dengan harapan tetap (Rejo) yang artinya damai dan sejahtera. Itulah sedikit riwayat asal usul muncullah Desa Belahanrejo yang dapat kita simpulkan “biarpun dibelah-belah menjadi beberapa bagian kayakinan tetapi damai dan sejahtera yang diharapkan oleh semua orang-orang disini”.
Seiring dengan berjalanya waktu maka Desa Belahanrejo terdiri dari beberapa Dusun, diantaranya adalah Dusun Klampis ngasem dan Dusun Belahan Alang. Adapun Sesupun Desa Belahanrejo adalah mbah reso dan mbah mori yang merupakan suami-istri. Dan ada juga yang lain yang bernama Joko Suwarno.
Dan dalam perkembangan desa Belahanrejo selanjutnya dibagi menjadi 4 (empat) Dusun, yaitu Dusun Bakung, Dusun belahnrejo, Dusun Lundodan dan Dusun Sepat. Dari para cerita sesepuh sebelumnya Kemerdekaan RI 1945 masih banyak sekali masyarakat Desa Belahnrejo yang belum paham soal Pendidikan Agama Khusunya Agama Islam. Pada saat itu datanglah seseorang dari Kota Jombang dan Kediri yang mau mengajarkan soal Pendidikan Agama Islam kepala Masyarakat Belahanrejo. Orang yang dimaksud adalah ahmad Mustari dan Kyai Jamarun. Dari kedua orang itulah maka pendidikan Agama Islam yang ada di Desa Belahanrejo ini bisa berkembang sampai dengan saat ini dan diteruskan oleh para kyai dan para ustad-ustad yang lain.

